Buat kamu yang biasa naruh data di tempat default windows yaitu di My Document, mungkin ada baiknya merubah kebiasaan itu. Dengan makin banyaknya virus-virus yang sulit dibasmi, terkadang Install Ulang Windows adalah cara akhir paling mudah dan banyak dipilih.

Namun backup data adalah sesuatu hal yang sangat menyita waktu. Mindahin data dari ‘C’ ke ‘D’ baru kemudian Format C dan Reinstall Windows. Bisa berjam-jam, apalagi dengan Processor lemot, bila koleksi MP3 dan Video kamu seabrek-abrek.

Lain cerita kalo data-data kamu memang sudah biasa tersimpan di Drive atau Partisi  D (dengan asumsi sistem windows terinstall di drive C). Gak perlu mindahin data dulu sebelum install ulang. Dan jika di komputer kantor ini sangat membantu pekerjaan orang IT.

Berikut cara mengatur folder My Document kamu secara otomatis berada di lokasi lain. Misal data-data yang kamu save di My Document akan tersimpan di folder ‘Data’ di drive ‘D’.

  • Klik kanan icon My Document di Desktop
  • Pilih Properties, tab Target
  • Pada kotak Target Folder Location, klik Browse
  • Pilih lokasi folder Data di drive ‘D’, kemudian OK dan OK.

Selanjutnya jika kamu membuka My Document, sebetulnya file-file isinya berada di folder ‘Data’ di Drive ‘D’. Sehingga apabila terjadi sesuatu yang mengerikan pada sistem windows kamu, hapus, dan install ulang aja. Datamu aman berada di drive ‘D’. Karenanya, hardisk kamu wajib memiliki partisi lebih dari satu. Sekarang lazim ada drive ‘C’, ‘D’, ‘E’, dst.

Teknisi : Bad News mbak, windowsnya harus di-install ulang nich. Dan saya susah bwat nyelametin data di My Document-nya T-T

Kamu : Ok, install aja mas. Semua dataku di drive ‘D’ kok🙂